Loading...

Minggu, 11 Desember 2011

Tata Perayaan Ekaristi Hari Raya Natal Sabtu ; 24 Desember 2011 (Misa Malam)


RITUS PEMBUKA

1. KATA PEMBUKA (Oleh Komentator)

Saudara-saudari terkasih,
"Hari ini Sang Juru Selamat lahir untuk kalian". Demikianlah pesan Malaikat kepada para gembala. Ia sungguh-sungguh lahir dalam wujud manusia. Allah sungguh-sungguh memberikan tanda nyata, kasih-Nya yang begitu besar kepada umat manusia. Inilah yang menjadi tanda bagimu, Engkau akan menemukan seorang bayi, terbendung dalam kain lampin dan terbaring di palungan: Ini bukan kekuasaan, melainkan kelemahan; ini bukan mengerikan, melainkan mengajak! Kanak-kanak dan kepapaan adalah tanda ketidakberdayaan kita, akibat dosa-dosa kita.
Untuk itu marilah kita rayakan karya penyelamatan Allah ini dengan terlebih dahulu mendengarkan Maklumat Kelahiran Yesus Kristus.
Semua lampu dipadamkan. Lilin altar belum dinyalakan ! lampu dan lilin altar dinyalakan setelah Maklumat Kelahiran Yesus Kristus.

MARTYROLOGIUM
(Maklumat Kelahiran Yesus Kristus)
Maklumat tentang kelahiran Yesus Kristus Penyelamat dunia. Beribu-ribu abad sesudah bumi dan segala isinya diciptakan; delapan belas abad sesudah Abraham menanggapi panggilan Allah; dua belas setengah abad sesudah Musa diutus Allah untuk mengantarkan umat Israel ke tanah yang dijanjikan; sepuluh abad sesudah Daud dipilih Allah menjadi raja umat-Nya; lima abad sesudah sisa umat Allah diantarkan kembali dari pembuangan Babel; sesudah kegenapan masa tiba, waktu Kaisar Agustus mengeluarkan perintah untuk mengadakan cacah jiwa di seluruh wilayah kerajaannya. Maka sesudah dikandung Perawan Maria oleh kuasa Roh Kudus, lahirlah di Betlehem daerah Yehuda, Yesus Kristus, Putera Bapa, untuk menyelamatkan manusia.

2. PERARAKAN MASUK (diiringi dengan Nyanyian Pembuka)
Imam dan para pelayan lainnya berarak menuju ruang altar, menggabungkan diri dengan umat yang sudah berhimpun. Perarakan diiringi dengan nyanyian.

Susunan Perarakan Masuk adalah (1) Misdinar pembawa Wiruk dan dupa; (2) kemudian disusul misdinar pembawa salib dapit pembawa lilin ; (3) wakil pasutri ; wakil anak ; wakil remaka ; wakil mudika ;(4) lektor/lektris ; (5) asisten imam/frater/suster; (6) misdinar pembawa air suci ; (7) imam.

Setibanya Imam dan para pelayan di ruang altar, mereka dan seluruh umat MENYATAKAN PENGHORMATAN kepada Allah yang hadir di tengah mereka dengan membungkuk khidmat.

Setelah penghormatan, imam dan seluruh petugas liturgi berdoa di depan kandang. Wakil bapak/ibu sebagai pemeran Yusuf dan Maria meletakkan bayi Yesus ( atau bisa juga diserahkan ke imam untuk diletakkan ke palungan) ; kemudian dilanjutkan DOA DI DEPAN KANDANG

I : Sabda sudah menjadi daging, Alleluya
U : Dan tinggal diantara kita, Alleluya
I : Marilah berdoa
Ya, Allah yang Mahakuasa, kami mohon kepadaMu agar kami yang masih terbelenggu dalam perbudakan dosa dibebaskan oleh kelahiran baru Putera-Mu yang tunggal yang menjadi manusia. Dia yang hidup dan bertahta bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus Allah sepanjang segala abad.
U : Amin

(Imam mendupai kandang )

I :Telah nampak kepada kita kebaikan dan kasih sayang Tuhan, Juruselamat kita.
Marilah kita menyembah Dia dan dengan hati tulus ikhlas mempersembahkan doa-doa kepadaNya sang bayi mungil di palungan.

WAKIL BAPAK

Ya Yesus, Juru Selamat kami, kami para bapak datang kepadaMu dengan gembira dan penuh syukur. Dalam hati kami yang tulus, kami membawa serta isteri dan anak-anak kami kepadaMu. Di hadapan mereka dan seluruh umat-Mu, kami mohon ampun atas dosa dan kesalahan kami karena kami sering menyalahgunakan tugas dan tanggungjawab kami sebagai bapak keluarga terhadap isteri dan anak-anak kami. Semoga penjelmaanMu menjadi manusia, menjadi kekuatan kami untuk lebih setia, dan bertanggungjawab atas tugas yang telah Kau berikan kepada kami
Kami mohon…………..

WAKIL IBU

Ya Yesus, Anak Allah yang manis,
Kami bersyukur karena Engkau telah menjadi manusia dari Roh Kudus dan rahim perawan Maria menjadi tempat perjumpaan surga dan bumi kami. Kami mohon ampun karena kami sering mengabaikan tugas dan tanggungjawab terhadap suami dan anak-anak kami. Kami kurang sabar dan tabah menghadapi berbagai tantangan dan cobaan hidup. Berilah kami rahmat untuk lebih beriman kepada belas kasihMu dalam upaya kami mendidik dan membesarkan anak-anak dan kesetiaan akan perkawinan yang telah Kau satukan dalam sakramen kudus.
Kami mohon…..

WAKIL ANAK

Ya Yesus, sahabat kami yang setia,
Kami datang kepadaMu mempersembahkan rasa gembira kami karena Engkau telah rela datang ke dunia dan mengambil bagian dalam kehidupan kami. Kami datang hendak membawa kado-kado mungil untukMu, tapi kami bingung mencari apa yang paling Kau senangi karena Engkau punya segalanya. Tetapi kami tidak habis mengerti karena Engkau lahir di tempat yang hina, tidak seperti kelahiran kami. Maka kini kami datang membawa bingkisan mungil berisi dosa dan kesalahan-kesalahan kami:
Kami sering nakal dan protes terhadap nasehat dan didikan orang tua. Kadang kami muak dengan tradisi dan ajaran yang kami pandang kuno. Maka ya Yesus sahabat kami, kami mohon rahmat kesucian dan kerendahan hati agar kami selalu merasa terpanggil untuk berbuat kasih kepada sesama kami dan menghormati orang tua dan para pendidik kami.
Kami mohon…………….

WAKIL REMAKA

Ya Yesus suri teladan kami, kami para remaja Katolik datang kepadaMU dengan penuh syukur dan harapan. Dalam masa remajaMu , Engkau telah memilih dan menjalani jalan hidup yang mampu menunjukkan dan memberikan tujuan dan arti dari kehadiranMu di bumi. Namun kami sering memilih dan menjalani jalan kehidupan yang bertentangan dengan tujuan kami berada di bumi ini. Kami cenderung memilih jalan yang membawa kami pada kehancuran hidup kami. Maka kami mohon, ya Yesus, berilah kami kekuatan dan rahmat agar kami mampu memilih dan menjalankan jalan hidup yang benar agar kami mampu menemukan tujuan dan arti keberadaan kami.
Kami mohon………….

WAKIL MUDIKA

Ya Yesus, rekan kerja kami yang setia, dalam hidupMu Engkau telah mengajarkan kami agar tetap setia dalam panggilan hidup dan selalu memuliakan Allah dalam setiap langkah hidup kami. Kami sering kurang setia dalam panggilan hidup kami baik sebagai mahasiswa / mahasiswi maupun sebagai karyawan/ karyawati. Kami sering tidak menunjukkan jati diri kami sebagai pengikut setiaMU dalam usaha, pekerjaan dan hidup kami. Berilah kami Roh KudusMu agar kami tetap setia dalam panggilan hidup kami, mampu menjadi benar-benar pengikutMu yang selalu mengamalkan ajaran cinta kasihMu dalam keseharian hidup kami dan pada akhirnya buatlah kami selalu memuji dan memuliakan Allah dalam setiap nafas hidup kami.
Kami mohon…..

I : Terbitlah cahaya dari kegelapan bagi orang tulus
I : Marilah berdoa
Kami mohon kepadaMu ya Allah yang Mahakuasa, berilah, supaya kami dilimpahi terang baru dari sabdaMU yang menjadi manusia itu mencahayakan dalam perbuatan kami apa yang cemerlang karena iman dalam hati kami. Karena Tuhan kami Yesus Kristus PutraMu yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

Setelah doa di depan kandang, para petugas liturgi mengambil tempat masing-masing. Wakil bapak/ ibu/ anak/ remaka/ mudika menempati tempat duduk di belakang asisten imam. Lektor/ lektris / misdinar/ asisten imam menempati tempatnya masing-masing.

Perayaan Ekaristi dimulai seperti biasa

3. TANDA SALIB
4. SALAM
5. SERUAN TOBAT/TUHAN KASIHANILAH
6. KEMULIAAN
Selama dinyanyikan “Kemuliaan” lonceng dibunyikan

7. DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
Imam: Allah Bapa kami, Engkau membuat malam kudus ini bermandikan cahaya sejati. Kami mohon, semoga kami yang di dunia ini mengagumi misteri cahaya, kelak di surga dapat menikmatinya pula dengan sukacita. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
Umat: Amin.
LITURGI SABDA

8. BACAAN PERTAMA ( Yes 9:1-6)
Nubuat Yesaya berasal dari masa ketika umat Galilea secara tragis dibuang ke Asiria. Dalam masa gelap gulita itu warta tentang kelahiran Putera Raja bagaikan cahaya bersinar (Yes 7:14). Nama putera itu menggambarkan dengan tepat teladan para leluhur yang akan diikutinya : saleh seperti Musa dan para bangsa, berani seperti Daud, bijaksana dan cinta damai seperti Salomo. Proses penyelamatan ini dinilai dengan kelahiran itu : disini cinta kasih dan kasih setia Allah berkembang.

“Seorang Putra telah diberikan kepada kita.”

L. Bacaan dari Kitab Yesaya:
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Median. Setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan kepada kita. Lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan orang menyebut dia: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besarlah kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan me-ngokohkan kerajaannya itu dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

9. MAZMUR TANGGAPAN PS No. 806
Refren: Hendaklah langit bersukacita, dan bumi bersorak sorai di hadapan wajah Tuhan kar'na Ia sudah datang.
Mazmur:
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan
menyanyilah bagi Tuhan hai seluruh bumi!
Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari hari ke hari
keselamatan yang datang dari pada-Nya.
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,
kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atas-Nya,
biar gemuruhlah laut serta segala isinya!
dan segala pohon di hutan bersorak- sorai.
4. Biarlah bersukaria di hadapan Tuhan,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

10. BACAAN KEDUA ( Titus 2:11-14)
Paulus menjelajahi rencana umum penyelamatan oleh Kristus dalam bermacam tahapnya. Natal telah mengandung kemuliaan Paska Kristus dan kedatanganNya yang terakhir. Kita hendaknya mengambil tuntutan-tuntutan hidup baru di situ.

“Kasih karunia Allah sudah nyata bagi semua orang.”

L. Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus:
Saudaraku terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah, di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan pe-nyataan kemuliaan Allah yang mahabesar dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

11. BAIT PENGANTAR INJIL PS No. 953
Refren. Alleluya, Alleluya.
Ayat.
Kabar gembira kubawa kepadamu. Pada hari ini lahirlah penyelamat dunia, Tuhan kita Yesus Kristus.

12. BACAAN INJIL ( Luk 2:1-14)
Penjelmaan Putera Allah tiba-tiba mengakhiri mesianisme kerajaan Israel. Kedamaian dan kemuliaan Allah menguasai dunia manusia. Kelahiran Kristus bagi mereka yang disayangi-Nya adalah tanda kemiskinan-Nya. Sebagai kabar sukacita warta ini telah merupakan kabar gembira Injil. Kristus Penebus menggunakan kejadian-kejadian sejarah manusia untuk memberi arti penuh kepada-Nya.
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat.”

I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas
U. Dimuliakanlah Tuhan.

I. Sekali peristiwa Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftar semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing ke kota asalnya. Demikian juga Yusuf. Ia pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tuna-ngannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya anak itu dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Maka kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.”
I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

13. HOMILI

14. SYAHADAT (CREDO)
Umat dimohon BERLUTUT ketika mengucapkan “...Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia “ (syahadat Nikea-Konstantinopel) atau “ yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria” (Syahadat Para Rasul) khusus pada Hari Raya Natal sebagai tanda ungkapan iman yang mendalam.

15. DOA UMAT
I. Seorang Putra telah lahir bagi kita, Emanuel, Tuhan-beserta-kita nama-Nya. Dialah tanda tetap bahwa Allah menyayangi kita. Maka marilah kita panjatkan doa kepada-Nya dengan perantaraan Yesus Putra-Nya, yang terbaring di palungan:

L. Bagi Gereja:
Ya Bapa, semoga iman akan perutusan Yesus tetap mendorong Gereja untuk selalu memperbaharui diri, umat dan masyarakat seturut kehendak-Mu. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Bagi perdamaian di antara umat manusia:
Ya Bapa, semoga nyanyian para malaikat terwujud benar, dan tercapailah perdamaian, bukan perang; kebahagiaan bukan penderitaan, kegembiraan, bukan kesedihan, bagi seluruh umat manusia. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Bagi para penganggur, gelandangan, pengungsi, dan tawanan:
Ya Bapa, semoga mereka dapat menemukan pada diri kami segala sesuatu yang mereka perlukan, tangan-tangan yang mau menolong, dan terutama hati yang penuh kasih. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Bagi diri kita:
Ya Bapa, semoga dalam suasana Perayaan Natal ini kami tak melupakan mereka yang terpencil dan menderita. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kepentingan diri kita masing-masing: ......... (hening)
Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

I. Allah Bapa, maha pengasih dan penyayang, kami mohon, pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu, agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau, bahwa Engkau Allah kami dan kami umat-Mu, bahwa Engkau Bapa kami dan kami putera dan puteri-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI

16. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Persiapan persembahan diawali dengan Kolekte.
Wakil-wakil umat mengantar kepada imam bahan-bahan persembahan : roti dan anggur, yang akan dikuduskan dalam Doa Syukur Agung, dan persembahan lain untuk keperluan Gereja dan orang miskin.
Seluruh acara ini diiringi dengan nyanyian persiapan persembahan.

17. DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
I. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.
U. Terpujilah Allah selama-lamanya.

I. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.
U. Terpujilah Allah selama-lamanya.

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah Bapa yang mahapenyayang, kiranya Engkau berkenan menerima persembahan hari raya ini. Sebagai penukarnya berilah kini rahmat-Mu. Semoga kami semakin mirip dengan Dia, yang tetap bersatu dengan Dikau dan dengan kami, ialah Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.

18. PREFASI DSA
I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan.
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu. dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab sungguh agung dan tak terperikan misteri kelahiran Putra-Mu yang kami rayakan ini. Dia, Allah yang tak dapat dilihat, kini tampak sebagai manusia seperti kami. Ia, yang sudah ada sebelum adanya waktu, kini memasuki kurun waktu agar segala-galanya dijadikan baru. ALam semesta yang hancur berantakan dipulihkan keutuhannya, umat manusia yang jauh tersesat dipanggil-Nya kembali, dan dituntun-Nya untuk menuju kebahagiaan abadi. Maka, bersama semua malaikat, kami pun memuji dan memuliakan Dikau dan dengan sukaria bernyanyi:.....

19. KUDUS

20. DOA SYUKUR AGUNG ( I )

21. BAPA KAMI

22. DOA DAMAI DILANJUTKAN “SALAM DAMAI”
I. Pada malam Natal yang suci para malaikat bernyanyi, “Kemuliaan kepada Allah di surga, dan damai sejahtera di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.” Maka kita mohon damai Natal kepada Sang Raja Damai: Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu

23. ANAK DOMBA ALLAH --- > PEMECAHAN ROTI

24. RITUS KOMUNI ----- > MADAH SYUKUR

Komentator:
Bapak/ ibu/ saudara (i) terkasih,
Yang diperkenankan menerima komuni suci adalah mereka yang telah dibabtis secara katolik dan telah menerima komoni pertama. Agar lebih tertibnya acara ini , mohon umat mengikuti arahan petugas tatib.

25. DOA SESUDAH KOMUNI

I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa kami, kami bersyukur telah dapat merayakan bersama kelahiran Penyelamat kami dengan gembira. Kami mohon, perkenankanlah kami mengikuti jejak Kristus agar bersama Dia dapat ikut serta dalam hidup ilahi-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.

RITUS PENUTUP

MENGHAYATI EKARISTI DALAM HIDUP
P. Setiap anak dilahirkan membawa sesuatu yang baru. Tetapi Bayi Betlehem membuat segalanya baru (Why 21:5). Dalam kegembiraan dan kesegaran Anak Allah memasuki dunia dalam penciptaan-Nya. Maria, Yosef dan para gembala adalah pelopor keluarga besar kaum beriman. Kemiskinan palungan sudah merupakan lambang kemiskinan salib. Merayakan Natal berarti sanggup miskin dalam Kristus dan dengan demikian memasuki perdamaiannya.

26. PENGUMUMAN

27. ANAMAT PENGUTUSAN

Setelah amanat Pengutusan dan sebelum berkat Penutup ada Komentator Penutup :

Yesus lahir di Betlehem. Itulah nada dasar pesta Natal yang semarak dan meriah. Kelembutan, keharuan, kegembiraan yang mendawai dan melincah di sela-sela nada-nada Natal, disemburkan oleh peristiwa dikandang dua ribu tahun yang lalu, di tempat yang terpencil. Kita bersyukur karena kita telah menerima rahmat dan kebaikan Ilahi yang melimpah, dalam hati kita, dalam rumah dan lingkungan kita.
Kegelapan hidup yang tak menentu telah diusirNya, dan cahaya baru bersinar atas dunia dan dalam hati kita, sehingga keselamatan pun telah nampak pada semua orang yang menanggapiNya.
Saudara/ saudari terkasih, marilah kita mengakhiri perayaan penuh syukur ini dengan memohon berkat Tuhan, agar kita pun menjadi berkat dan sarana keselamatan bagi orang lain.
28. BERKAT MERIAH
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu

I. Semoga Allah meneguhkan keyakinan iman, yang malam ini ditumbuhkan-Nya dalam hati Saudara.
U. Amin.
I. Semoga Allah Putra yang datang di tengah kita, mendampingi Saudara dalam mewartakan kabar gembira keselamatan dalam hidup Saudara.
U. Amin.
I. Semoga Allah Roh Kudus memberi semangat untuk tekun mengikuti bimbingan Kristus dan mengusahakan damai bahagia bagi Saudara.
U. Amin.
I. Dan semoga Saudara sekalian, diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
I. Dengan ini Perayaan Kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
29. PENGUTUSAN

30. PERARAKAN KELUAR
Seluruh umat memberi hormat kepada Altar. Imam dan para pelayan meninggalkan ruang altar. Perarakan keluar diiringi dengan lagu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar